Analisis Peran Unit Kerja Underwriting, Reasuransi, dan Klaim Dalam Pengelolaan Risiko Asuransi di PT Ahap
Abstract
Kinerja pengelolaan risiko asuransi sangat menentukan kemampuan perusahaan asuransi dalam menciptakan dan mempertahankan hasil underwriting sebagai nilai utama perusahaan. Permasalahan yang dihadapi dalam praktiknya adalah bahwa kegiatan pengelolaan risiko masih berjalan secara fungsional pada masing-masing unit teknis, sehingga koordinasi dan integrasi dalam proses penciptaan serta perlindungan hasil underwriting dapat terus ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran unit kerja underwriting, reasuransi, dan klaim dalam pengelolaan risiko asuransi di PT AHAP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan pengelolaan risiko di masing-masing unit kerja teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit kerja underwriting berperan dalam menciptakan hasil underwriting melalui seleksi risiko, penilaian kelayakan calon tertanggung, dan penetapan premi dengan prinsip kehati-hatian. Unit kerja reasuransi berfungsi melindungi hasil underwriting dengan mengendalikan eksposur risiko melalui pengalihan sebagian pertanggungan kepada reasuradur. Unit kerja klaim berperan dalam penyelesaian klaim serta memberikan umpan balik terhadap kebijakan underwriting dan reasuransi. Keterkaitan ketiga unit kerja tersebut membentuk siklus yang berkesinambungan dalam menciptakan dan melindungi hasil underwriting sebagai nilai perusahaan asuransi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan risiko asuransi di PT AHAP telah berjalan sesuai dengan fungsi masing-masing unit kerja dan dapat lebih ditingkatkan melalui penguatan koordinasi antarunit agar sistem manajemen risiko perusahaan berfungsi lebih efektif secara menyeluruh. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya pengembangan sistem manajemen risiko yang terstruktur dan terintegrasi antarunit teknis untuk mendukung pencapaian hasil underwriting yang berkelanjutan.
Downloads
References
Cremer, F., Sheehan, B., Mullins, M., Fortmann, M., Materne, S., & Murphy, F. (2024). Enhancing cyber insurance strategies: Exploring reinsurance and alternative risk transfer approaches. Journal of Cybersecurity, 10(1), tyae027. https://doi.org/10.1093/cybsec/tyae027
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). Sage Publications.
Horvey, S. S., & Osei-Mensah, J. (2024). Factors influencing underwriting performance of the life and non-life insurance markets in South Africa: Evidence for complementarities, nonlinearities, and thresholds. Journal of African Business. https://doi.org/10.1080/15228916.2024.2348435
Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 44/POJK.05/2020 tentang penerapan manajemen risiko bagi lembaga jasa keuangan nonbank. OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 8/SEOJK.05/2021 tentang penerapan manajemen risiko bagi perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi, dan perusahaan asuransi syariah. OJK.
Skeoch, H. R. K., & Ioannidis, C. (2024). The barriers to sustainable risk transfer in the cyber-insurance market. Journal of Cybersecurity, 10(1), tyae003. https://doi.org/10.1093/cybsec/tyae003
Wu, S., Zhang, H., & Xie, T. (2022). Enterprise risk management: Current status, emerging trends, and future research. Journal of Risk and Financial Management, 15(11), 535. https://doi.org/10.3390/jrfm15110535
Copyright (c) 2026 Agung Harmawan, Imelda Stella, Chandra Vickyan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







