Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabanjir Sebagai Upaya Pemulihan Fungsi Agroekosistem

  • Sofi Ananda Saraswati Universitas Brawijaya, Indonesia
Keywords: bencana alam, lahan pertanian, system budidaya

Abstract

Bencana alam di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang  disebabkan  oleh  iklim  atau  cuaca  seperti curah  hujan,  kelembaban,  temperatur,  dan  angin  yang  disebut  sebagai  parameter-parameter meteorologi. Informasi dari data Geoportal Data Bencana Indonesia di laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan dalam setahun terakhir ini sudah terjadi sekitar 3.000 lebih bencana di Indonesia, dimana mayoritas bencana yang terjadi adalah banjir dan cuaca ekstrem. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang berdampak negatif di sektor pertanian. Lahan pertanian yang terdampak banjir mengalami gangguan fungsi agroekosistem, ditandai dengan perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Genangan banjir dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah, pencucian unsur hara, serta gangguan pertumbuhan tanaman budidaya. Artikel ini bertujuan mengkaji rehabilitasi pertanian bagi lahan yang terdampak banjir. Pembahasan difokuskan pada karakteristik lahan pertanian terdampak banjir, dampak banjir terhadap fungsi lahan dan sistem budidaya, serta strategi pemulihan yang meliputi pengelolaan tanah, tanaman, dan air yang berkelanjutan. Rehabilitasi pertanian yang terintegrasi diharapkan dapat memulihkan fungsi lahan pertanian dan dapat meningkatkan ketahanan agroekosistem terhadap bencana alam, terutama banjir.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-02-06