Strategi Pembelajaran Pendidikan Seni di Era Teknologi Digital
Abstract
Penelitian ini membahas tentang telaah strategi pembelajaran dalam lingkup pendidikan seni di era teknologi digital. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk memperkenalkan dan menggambarkan strategi pembelajaran pendidikan seni yang dapat membantu guru ataupun pendidik seni dalam memanfaatkan potensi di era teknologi digital. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan Systematic Literature Reviews (SLR). Tinjauan pustaka berasal dari sumber-sumber terpercaya yang berkaitan dengan strategi pembelajaran pendidikan seni di era teknologi digital. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa strategi pembelajaran pendidikan seni di era teknologi digital menekankan integrasi media, platform, dan perangkat digital untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif, kreatif, kolaboratif, dan fleksibel. Pemanfaatan teknologi digital terbukti dapat memperluas akses pembelajaran, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta mendukung pengembangan kreativitas dan apresiasi seni. Namun demikian, efektivitas penerapannya sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan sarana pendukung, kompetensi digital pendidik, serta kemampuan dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dengan tujuan, karakteristik peserta didik, dan konteks pendidikan seni. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam pendidikan seni perlu dirancang secara pedagogis agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif dan relevan dengan tuntutan era digital.
Downloads
References
Ambarwangi, S., & Suharto, S. (2013). Pendidikan Multikultural di Sekolah Melalui Pendidikan Seni Tradisi. Harmonia: Journal Of Arts Research And Education, 13(1).
Ardipal, A. (2012). Kurikulum pendidikan seni budaya yang ideal bagi peserta didik di masa depan. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, 11(1).
Black, J., & Browning, K. (2011). Creativity in digital art education teaching practices. Art Education, 64(5), 19-34.
Cannatella, H. (2015). Why We Need Arts Education. AW Rotterdam: Sense Publishers.
Chapman, L.H. 1978. Approach to Art in Education. New York: Harcourt Brace Javanovich, Publishers.
Cho, C. H., & Cheon, H. J. (2005). Children's exposure to negative Internet content: Effects of family context. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 49(4), 488-509.
Depdiknas. (2007). Kajian Kebijakan Kurikulum Seni Budaya. Pusat Kurikulum Badan Penelitian Dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional 2007 Diunduh dari https://adoc.pub/kajian-kebijakan-kurikulum-seni-budaya.html
Desyandri, D. (2019). Seni Musik serta Hubungan Penggunaan Pendidikan Seni Musik Untuk Membentuk Karakter Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 222-232.
Duncum, P. (2002). Visual culture art education: Why, what and how. International Journal of Art & Design Education, 21(1), 14-23.
Hasibuan, Lias, Us, Kasful Anwar, & Nazirwan, Nazirwan. (2021). Pendidikan dan Perubahan Kebudayaan Transmisi Budaya dan Perkembangan Institusi Pendidikan. Jurnal Literasiologi, 5(2).
Johar, R., & Hanum, L. (2016). Strategi belajar mengajar. Deepublish.
Kahar, M. I., Cika, H., Afni, N., & Wahyuningsih, N. E. (2021). Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0 Di Masa Pandemi Covid 19. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 2(1), 58-78.
Keengwe, J., & Onchwari, G. (2009). Teknologi dan Pendidikan Anak Usia Dini: Model Pengembangan Profesional Integrasi Teknologi untuk Berlatih Guru. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 37, 209-218.
Milekic, S. (2000). Designing digital environments for art education/exploration. Journal of the American Society for Information Science, 51(1), 49-56.
Pekerti, Widia, dkk. (2014). Metode Pengembangan Seni. Tangerang Selatan: Univrsitas Terbuka.
Quinn, R. D. (2011). E-learning in art education: Collaborative meaning making through digital art production. Art Education, 64(4), 18-24.
Raja, D. S. (2016). Bridging the disability divide through digital technologies. Background paper for the World Development report.
Rukmana, I. (2017). Pendidikan Seni Sebagai Aspek-Aspek Pembentukan Karakter Pada Anak Usia Dini (Sekolah Berbasis Budaya Lokal). Jurnal Warna, 1(1), 68-77.
Roland, C. (2010). Preparing art teachers to teach in a new digital landscape. Art Education, 63(1), 17-24.
Singh, M. N. (2021). Inroad of digital technology in education: Age of digital classroom. Higher Education for the Future, 8(1), 20-30.
Suardi, M. (2018). Belajar & pembelajaran. Deepublish.
Syamsuddin, S. (2019). Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Pendidikan Seni Budaya Di Man 1 Palu. Guru Tua: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 29-36.
Tabrani, P. (2015). Pendidikan Seni, Hubungannya dengan Ambang Sadar, Imajinasi dan Kreativitas serta Manfaatnya untuk Proses Belajar yang Bermutu. Jurnal Komunikasi &Multimedia, 7(1), 1-18.
Taylor, P. G., & Carpenter, B. S. (2007). Mediating art education: Digital kids, art, and technology. Visual Arts Research, 84-95.
Triyanto, T. (2018). Pendekatan Kebudayaan Dalam Penelitian Pendidikan Seni. Imajinasi: Jurnal Seni, 12(1), 65-76.
Wardhana, W. S. (2020). Strategi pengembangan kompetensi guru secara mandiri di era literasi digital. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA) (Vol. 4, No. 1).
Warsita, B. (2009). Strategi Pembelajaran Dan Implikasinya Pada Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Teknodik, 064-076.
Whitelaw, S., Mamas, M. A., Topol, E., & Van Spall, H. G. (2020). Applications of digital technology in COVID-19 pandemic planning and response. The Lancet Digital Health, 2(8), e435-e440.
Wilks, J., Cutcher, A., & Wilks, S. (2012). Digital technology in the visual arts classroom: An [un] easy partnership. Studies in Art Education, 54(1), 54-65.
Wikramanayake, G. N. (2005). Impact of digital technology on education.
Yuniar Aprilia, R. (2025). Mengelola Guru Belajar Dalam Yang Kelas Menciptakan Menyenangkan Yang Nyaman: Lingkungan Strategi. Manajemen Pendidikan MI/SD: Berbasis Teknologi Dan Neurosains Dalam Kurikulum Merdeka, 133.
Copyright (c) 2026 Egi Putri Grandena

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







