Tantangan Diagnosis Tuberkulosis Peritonial dengan Peningkatan Penanda Tumor CA-125 pada Pasien Imunokompeten: Sebuah Laporan Kasus

  • Made Indrayani Buleleng General Hospital, Bali, Indonesia
  • Putu Arya Nugraha Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • Made Widiastika Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • Dwiputra Yogi Pramarta Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • Ni Made Nova Andari Kluniari Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
Keywords: Ca-125, Keganasan Ovarium, Peritonial Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) peritonial merupakan bentuk TB ekstra paru yang sering menimbulkan kesulitan diagnostik karena manifestasi klinisnya tidak spesifik dan dapat menyerupai keganasan intra-abdomen, terutama kanker ovarium dengan peningkatan penanda tumor CA-125. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tantangan diagnostik TB peritonial pada pasien imunokompeten dengan peningkatan CA-125 serta mengidentifikasi karakteristik klinis dan penunjang yang mendukung diagnosis. Metode yang digunakan adalah laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 25 tahun dengan keluhan nyeri perut, asites, demam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan analisis cairan asites. Hasil menunjukkan adanya peningkatan CA-125, temuan radiologis yang mengarah pada TB paru dan TB peritonial, serta kadar adenosin deaminase (ADA) yang tinggi pada cairan asites tanpa ditemukan sel ganas. Pasien mendapatkan terapi OAT dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan. Kesimpulannya, diagnosis TB peritonial tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu parameter seperti CA-125, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan berbagai temuan klinis dan penunjang untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan mencegah kesalahan terapi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirudin, A. (2023). Pengaruh pemberian poliherbal terhadap kadar superoxide dismutase pada tikus yang diberi obat anti tuberkulosis.

Athosra, A., & Maisyarah, M. (2026). Model pengendalian lingkungan penularan tuberkulosis. CV Eureka Media Aksara.

Farziani, H. (2025). Outcome onkologis pasien tumor payudara setelah tindakan biopsi eksisi: Studi di satu pusat pelayanan kesehatan. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 31(2).

Fatimah, S. (2025). Analisis sensitivitas Mycobacterium tuberculosis terhadap rifampisin pada pasien tuberkulosis paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto. UNU Purwokerto.

Mursal, M., Ali, A., Ifadah, E., Afrianti, N., Eliawati, U., Tyas, N. T. A., Sari, I. P., Pramestirini, R. A., & Rosniati, R. (2024). Buku ajar keperawatan medikal bedah sistem pencernaan dan perkemihan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Putri, N. P. T. V. D. P. (2025). Implementasi SOP penerbitan persyaratan surat persetujuan berlayar (SPB) di pos pelayanan Pelabuhan Nusantara Pengambengan Cabang Benoa. Politeknik Negeri Bali.

Siagian, F. E., Simatupang, A., Imran, D., Adawiyah, R., & Wahyuningsih, R. (2023). Cryptococcus penyebab kriptokokosis dan berbagai aspek penting. UKI Press.

Yantie, N. P. V. K., Suwarba, I. G. N. M., Nilawati, G. A. P., Wati, K. D. K., Suparyatha, I. B. G., Sidiartha, I. G. L., Arimbawa, I. M., Windiani, I. G. A. T., Subanada, I. B., & Kardana, I. M. (2025). Optimalisasi penatalaksanaan penyakit dan pedoman pelayanan anak di era JKN. Penerbit Salemba.

Published
2026-04-09