Laporan Kasus: Herniorafi Hernia Umbilikalis pada Anjing Ras Shih-Tzu Betina Umur Empat Bulan

  • I Made Dharma Kusuma Wandira Universitas Udayana
  • I Putu Krisna Ardhia Pradnyandika Universitas Udayana
  • I Wayan Wirata Universitas Udayana
Keywords: Hernia Umbilikalis, Anjing, Pembedahan, Herniorafi

Abstract

Hernia umbilikalis merupakan kondisi pada anjing yang ditandai oleh penonjolan dari lapisan perut, lemak perut atau Sebagian dari organ abdominal melalui daerah sekitar umbilikus (pusar). Secara umum disebabkan factor kongenital akibat dari penutupan cincin umbilical yang tidak lengkap setelah lahir. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses diagnosis, penanganan, dan perawatan pascaoperasi hernia umbilikalis pada anjing Shih-Tzu betina berumur empat bulan. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, pemeriksaan fisik, hematologi, dan radiografi. Tindakan bedah dilakukan menggunakan metode herniorafi di bawah anestesi umum dengan premedikasi atropine sulfate, serta induksi menggunakan ketamin dan xylazine. Kantong hernia dibuka, isinya direposisi ke dalam rongga abdomen, dan cincin hernia diinsisi untuk merangsang vaskularisasi. Penjahitan dilakukan dengan benang yang dapat diserap. Terapi pascaoperasi meliputi pemberian cefotaxime secara intravena dosis 20 mg/kg dua kali sehari selama 3 hari, dilanjutkan cefixime dosis 10 mg/kg per oral dua kali sehari selama 5 hari, serta meloxicam 0,5 mg/kg satu kali sehari selama 5 hari untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Pada hari ke-7 pascaoperasi, anjing menunjukkan aktivitas meningkat, nafsu makan dan defekasi normal, serta luka operasi tampak mengering. Pada hari ke-10, luka telah sembuh total tanpa tanda peradangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aronsohn, M. , & T. K. M. (2021). Surgical management of hernias. In K. M. Tobias & S. A. Johnston (Eds.). Veterinary Surgery: Small Animal.

Boz Medical. (2023). Polyglycolic acid (PGA) sutures in veterinary surgery. In Suture Materials Used in Veterinary Surgery. Retrieved from https://www.boztibbi.com/en/suture-materials-used-in-veterinary-surgery/

Dada IKA, Gufron MA. 2017. Studi Kasus: Penanganan Hernia Umbilikalis pada Babi Ducroc.

Farman RH, Al-Husseiny SH, Al-Ameer ANA. 2018. Surgical Treatment of Hernia in Cattle: A Review. Al-Qadisiyah Journal of Veterinary Medicine Sciences 17(2): 61-68.

Frontiers in Veterinary Science. (2023). Biomechanical and tissue reaction: the effects of varying suture sizes on canine abdominal wall stitching. Frontiers in Veterinary Science, 9, 1254998.

Hassen DJ, Kawo HB, Gondore MA. 2017. A Preliminary Study on Hernia in Domestic Animals in Gondar Town, North Gondar, Nort West Ethiopia. Journal of Veterinary Science and Technology 8(1): 2157-7579. Indonesia Medicus Veterinus 6(2): 169-120.

Lopez, D. J., Mickelson, J., & Mochel, J. (2021). Short term complications associated with the addition of prophylactic gastropexy performed during abdominal exploratory for emergency gastrointestinal surgery (abstract). ACVS Annual Conference. https://doi.org/10.1111/vsu.13520

Munif MR, Masud RI, Tasnim S. 2022. Surgical Treatment of Right Lateral Abdominal Hernia in A Heifer. Iranian Journal of Veterinary Science and Technology 14(3): 53-57.

Plumb DC. 2005. Veterinary drug handbook ed-5. Iowa. Amerika Serikat. Blackwelll Publishing. Hlm. 188-189.

Sayuti A, Maulizar R, Syafruddin S, Erwin E, Frengky F, Muttaqien M, Panjaitan B, Zuraidawati Z. 2016. Efek Penggunaan Ketamine-Xilazin dan Propofol terhadap Denyut Jantung dan Pernafasan pada Anjing Jantan Lokal (Canis Familiaris). Jurnal Medika Veterinaria 10 (1): 34-36.

Sayuti A, Maulizar R, Syafruddin, Erwi, Muttaqien, Panjaitan B, Zuraidawati. 2016. Efek penggunaan ketamine-xilazin dan propofol terhadap denyut jantung dan pernafasan pada anjing jantan lokal (Canis familiaris). Jurnal Medika Veterinaria 10 (1): 34-36.

Published
2026-06-22