DSI dan Masa Depan Tata Niaga Batubara Indonesia: Penguatan Kedaulatan atau Risiko Bottleneck Baru?
Abstract
Perdagangan batubara Indonesia tetap memiliki posisi strategis bagi penerimaan negara, ketahanan energi, dan pasokan komoditas global. Namun, praktik penjualan yang terfragmentasi, lemahnya daya tawar kolektif, potensi kebocoran penerimaan, serta meningkatnya tekanan transisi energi global mendorong pemerintah memperkuat pengendalian ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Penelitian ini bertujuan menganalisis rasionalitas ekonomi pembentukan DSI sebagai instrumen tata kelola ekspor terpusat serta menilai implikasinya terhadap daya tawar, perolehan rente sumber daya, efisiensi pasar, tata kelola kelembagaan, dan risiko operasional perdagangan batubara Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui analisis kebijakan dan analisis berbasis praktik. Data sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen, kajian literatur, dan observasi pasar, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSI berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia, mengurangi penjualan terfragmentasi, meningkatkan transparansi ekspor, serta memperoleh nilai ekonomi tambahan melalui margin perdagangan dan biaya transaksi. Namun, sentralisasi juga berisiko menimbulkan hambatan pada penetapan harga, transisi kontrak, pembiayaan, penjadwalan kapal, logistik, sengketa kargo, dan kepercayaan pembeli. Penelitian menyimpulkan bahwa DSI dapat memperkuat kedaulatan sumber daya apabila pengendalian negara diseimbangkan dengan efisiensi pasar, fleksibilitas operasional, akuntabilitas, dan kepercayaan pasar internasional.
Downloads
References
Addison, T., & Roe, A. R. (2024). Extractive industries: Recognizing and managing the risks in resource-dependent economies (WIDER Working Paper No. 2024/27). UNU-WIDER. https://doi.org/10.35188/UNU-WIDER/2024/460-3
Apeti, A. E., Bambe, B. W. W., Combes, J.-L., & Edoh, E. D. (2024). Original sin: Fiscal rules and government debt in foreign currency in developing countries. Journal of Macroeconomics, 80, Article 103583. https://doi.org/10.1016/j.jmacro.2024.103583
Ember. (2026). Chasing volume, losing value: The cost of coal over-expansion in Indonesia. Ember Climate. https://ember-energy.org/latest-insights/chasing-volume-losing-value
Gulagi, A., Oyewo, A. S., Bogdanov, D., & Breyer, C. (2025). Accelerating the transition from coal to renewables in Indonesia to achieve a net-zero energy system. IET Renewable Power Generation, 19(1), Article e13188. https://doi.org/10.1049/rpg2.13188
International Energy Agency. (2024). Coal 2024: Analysis and forecast to 2027. IEA Publications. https://www.iea.org/reports/coal-2024
Lebdioui, A. (2024). The political economy of green industrial policy in resource-rich developing countries. World Development, 176, Article 106528. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2024.106528
Lou, J., Rader, A., Gultom, Y. M., Hilde, T. C., & Hultman, N. (2024). Navigating SDG 8 in the decarbonizing landscape of emerging economies: A case study of Indonesia. Sustainable Earth Reviews, 7(1), Article 26. https://doi.org/10.1186/s42055-024-00096-5
Salam, M., Rinjani, R., Pratama, Y. W., & Aziz, M. (2026). Toward a just and robust energy transition in Indonesia: A multi-scale, multi-dimensional assessment of coal moratorium and renewable energy integration. Environmental Research, 271, Article 121340. https://doi.org/10.1016/j.envres.2026.121340
Sambodo, M. T., Yuliana, C. I., Hidayat, S., Novandra, R., Handoyo, F. W., & Farandy, A. R. (2022). Breaking barriers to low-carbon development in Indonesia: Deployment of renewable energy. Heliyon, 8(4), Article e09304. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e09304
Warburton, E. (2024). Nationalist enclaves: Industrialising the critical mineral boom in Indonesia. The Extractive Industries and Society, 20, Article 101506. https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101506
Xu, D., & Dou, S. (2024). Resource nationalism: The intersection of politics and economics. Humanities and Social Sciences Communications, 11, Article 1423. https://doi.org/10.1057/s41599-024-03949-8
Copyright (c) 2026 Yudhi Putro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







