Prioritas Rehabilitasi Daerah Irigasi yang Mendukung Program Ketahanan Pangan di Wilayah Sumatera Utara
Abstract
Kerusakan jaringan irigasi dapat menurunkan produktivitas pertanian dan melemahkan ketahanan pangan, terutama ketika kebutuhan rehabilitasi lebih besar daripada anggaran pemerintah yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting daerah irigasi, menentukan prioritas rehabilitasi, membandingkan hasil metode Rank Case dan Analytic Hierarchy ProcessSimple Additive Weighting (AHPSAW), serta merumuskan rekomendasi rehabilitasi bagi daerah irigasi yang mendukung Program Food Estate di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengkaji 13 daerah irigasi kewenangan provinsi yang tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah. Data sekunder diperoleh dari E-PAKSI dan dokumen perencanaan daerah, sedangkan data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap enam responden ahli yang dipilih secara purposive sampling. Penilaian menggunakan tujuh kriteria, yaitu luas areal, prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil kedua metode secara konsisten menempatkan DI Lae Ordi, Sinamo, dan Aek Silang sebagai tiga prioritas utama rehabilitasi. Indeks AHPSAW ketiganya masing-masing sebesar 38,56%, 41,91%, dan 45,59%, yang termasuk kategori kurang baik. Produktivitas tanam memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,30, diikuti kelembagaan P3A sebesar 0,21 dan prasarana fisik sebesar 0,18. Nilai rasio konsistensi sebesar 0,047 menunjukkan bahwa penilaian ahli telah konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AHPSAW menghasilkan pemeringkatan yang lebih strategis dan terperinci karena mempertimbangkan tingkat kepentingan setiap kriteria. Rehabilitasi perlu diprioritaskan pada perbaikan jaringan fisik, distribusi air, produktivitas tanam, dokumentasi teknis, dan penguatan kelembagaan, terutama pada tiga daerah irigasi dengan kinerja terendah.
Downloads
References
Dewi, C. R., Suryo, E. A., & Munawir, A. (2017). Peningkatan Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pacal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rekayasa Sipil, 11(2), 124-134.
Dinas Provinsi Sumatera Utara. (2025). Lampiran Pergubsu No. 18 2024.
Direktorat Irigasi Pertanian. (2018). Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi.
Efransyah, Despa, D., & Widyawati, R. (2021). Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Belitang I. Prosiding SINTA 4, 5(2021), 55-60.
Febrianti, D., Mawardi, E., Farizal, T., & Willis, R. (2025). Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Jeuram Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Vocatech, 2, 282-296.
Gulo, F., Sianturi, F. A., & Nusantara, S. P. (2022). Analisa Perbandingan Metode SAW Dengan AHP dalam Pemilihan Supervisor Pada The Batik Hotel. 3(2), 43-50.
Hernawati, H., Syaukat, Y., Firdaus, M., & Suwarsinah, H. K. (2023). The Impact of Irrigation on The Allocative and Economic Efficiencies On Rice Farming: A Case Study in West Nusa Tenggara Province. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 20(3), 491-499.
Keller, J., & Ron D., B. (1990). Sprinkle and Trickle Irrigation.
Malik, A., Musa, R., & Ashad, H. (2022). Indeks Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Lebani Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Konstruksi, 1(9), 24-32.
Nuriaman, N., Mulia, A. P., & Hasibuan, G. C. R. (2023). Penentuan Prioritas Pemeliharaan Daerah Irigasi Akibat Refocussing Anggaran Menggunakan AHP (Studi Kasus Wilayah UPTD III Kabupaten Deli Serdang). Jurnal Syntax DMIRATION, 4(2), 1-14.
Oktiani, E., & Khoirunurrofik. (2024). Role of Roads and Irrigation on Food Security in Indonesia. Economics Development Analysis Journal, 13(2), 259-274.
Permen PUPR No. 12. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015.
Permen PUPR No. 14. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2015.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi. (2017). Modul Kinerja Sistem Irigasi Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Juru 2017.
Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman. (2020). Modul Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan P3A.
RPJMD SUMUT. (2024). Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2024-2026 Provinsi Sumatera Utara.
Saaty, R. W. (1987). The analytic hierarchy process-what it is and how it is used. Mathematical Modelling, 9(3-5), 161-176.
Sari, M., Yazid, M., & Adriani, D. (2022). Pengelolaan Irigasi Tradisional serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Irigasi di Sumatera Selatan. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 299-311.
Savitri, E., & Nurhayati. (2017). Jaringan Irigasi Di Kabupaten Bengkayang (Studi Kasus Daerah Irigasi Ketiat B). Jurnal Teknik Sipil, 16(2), 23.
University Libraries. (2026). SPSS Tutorials: Computing Variables: Rank Transforms and Percentile Grouping (Rank Cases).
UU No. 18 Tahun 2012. (2012). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Widodo, A. E. (2016). Perbandingan Metode Simple Additive Weighting Method (SAW) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Penentuan Pengambilan Prioritas Pekerjaan Operasi dan Pemeliharaan Sistem Irigasi (Studi Kasus DPU Kabupaten Tegal). Tesis, 2, 306-312.
Zamroni, A., Handiani, R. R., & Sobriyah. (2016). Skala Prioritas Pemeliharaan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sederhana (Studi Kasus Di Kabupaten Semarang). Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi (SEMNASTEK) 2016, (November), 1-9.
Copyright (c) 2026 Al-Hafizh Al-Hafizh, Anthoni Veery Mardianta, Gina Cynthia R. Hasibuan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







